RSS Feed
Mar 14

Wapres Soal Kepemimpinan Nasional

Posted on Saturday, March 14, 2009 in Uncategorized

SLEMAN– Wapres Jusuf Kala mengatakan kepemimpinan nasional jangan diartikan hanya sebagai kepemimpinan di bidang politik, yang lalu berlanjut ke jabatan presiden dan wakil presiden.

”Kalau itu yang terjadi, semua akan berpikir menjadi presiden dan wakil presiden, padahal yang dipilih (menjadi presiden dan wapres (masing-masing) hanya satu,” kata Wapres.

Kemarin siang, Wapres berbicara pada acara Forum Rembuk Nasional Mahasiswa dan Alumni Pascasarjana Indonesia, yang digelar di Hotel Sheraton, Sleman, DI Yogyakarta. Tema pembicaraan yang diangkat adalah ”Kepemimpinan nasional, agenda pemerintahan 10 tahun ke depan, tantangan, peluang dan harapan untuk Indonesia.”

Menurut Jusuf Kalla, kepemimpinan nasional tersebut bisa bermacam-macam dan semua punya manfaat tersendiri untuk proses pembangunan di negara ini.

Ia mengatakan negara ini juga membutuhkan kepemimpinan nasional di luar bidang politik dan pemerintahan, seperti kepemimpinan di bidang ekonomi, sosial, teknologi/industri, bahkan juga di bidang pertanian.

Katanya, di dunia sudah terbukti bahwa seseorang sekapasitas Bill Gates (pemimpin perusahaan Microsoft) bisa lebih berpengaruh dan dihormati serta mempunyai pengaruh yang demikina luas, dibandingkan dengan penghormatan yang diberikan kepada presiden-presiden di negara manapun. ‘Dia (Bill Gates) bahkan bisa mengubah dunia dengan teknologi informasi yang diciptakannya, yang saat ini dipakai dimana-mana,” kata Wapres.

Kata Wapres, ”Bill Gates pun tak perlu menjadi sarjana S1, S2 dan S3 untuk sukses menjadi pemimpin di bidangnya. Yang ia punyai adalah kreativitas dan keberanian mengambil resiko.”

Kepada para perserta forum rembuk itu, Wapres mengatakan,” Anda semua juga harus menjadi pemimpin di bidangnya masing-masing”, dan memberikan sumbangsih yang berguna bagi kemajuan bangsa ini.

Wapres Jusuf Kala lebih lanjut mengatakan bahwa bangsa ini tak cukup hanya tergantung kepada pemimpin-pemimpin politik. Tapi, katanya, bangsa dan negara ini juga membutuhkan munculnya pemimpin-pemimpin di bidang ekonomi dan industri yang ”brillian,kreatif dan mau mengambil resiko” dengan usahanya.

”Bangsa dan negara tak bisa maju dengan sehebat apapun pemimpin politik yang dipunyainya, tanpa adanya kepemimpinan di bidang ekonomi, sosial dan teknologi,” kata Wapres.

Berkaitan dengan masalah ketepurukan yang dialami bangsa dan negara ini, pada kesempatan itu Wapres meminta para mahasiswa dan alumni S2 –yang dianggapnya adalah calon-calon pemimpin bangsa ini– harus menatap masa depan dengan sikap optimisme.

Katanya, di masa lalu memang sudah banyak kesalahan yang dilakukan bangsa ini, tapi itu semuanya tak baik bila selalu dijadikan bahan celaan. ”Jangan selalu mencela saja. Bila ada kekurangan, mari kita perbaiki bersama,” katanya.

Ia juga mengatakan bangsa ini bukanlah bangsa yang bodoh dan punya kesempatan untuk maju seperti bangsa-bangsa lainnya. Apalagi, kata Wapres, bangsa ini dianugrahi Tuhan dengan sedekian banyak sumber daya alam yang melimpah.

Tapi, katanya, untuk mencapai kemajuan ada yang lebih penting lagi yang harus dipunyai bangsa ini, yakni tekad untuk maju dan mau bekerja keras, bukan hanya maunya meminta-minta kepada bangsa lain. n yoe